Bogor (05/10/2025) — DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota melaksanakan panen jagung bersama di lahan percontohan pertanian Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (1/10). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi masyarakat dan kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen tersebut merupakan hasil tindak lanjut program kolaborasi antara LDII dan Polresta Bogor Kota yang berfokus pada pengembangan inovasi pemupukan ramah lingkungan dan peningkatan produktivitas tanaman jagung. Lahan jagung yang ditanami pada 7 Juli 2025 memasuki masa panen setelah 75 hari, sesuai karakteristik varietas jagung manis yang digunakan.
Kegiatan dihadiri Ketua DPD LDII Kota Bogor, Dr. Radjab Tampubolon, bersama Sekretaris DPD LDII dan Bidang Lingkungan, Sosial, dan Daur Ulang Limbah (LISDAL) yang dikenal sebagai pakar pupuk organik. Dari pihak kepolisian hadir Kasat Binmas Polresta Bogor Kota, Kepala Seksi Humas, serta perwakilan Bhabinkamtibmas Kecamatan Bogor Selatan.

Dalam sambutannya, Dr. Radjab menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan kontribusi nyata LDII untuk memperkuat ketahanan pangan melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami tidak hanya menanam, tetapi juga mengembangkan inovasi pemupukan untuk meningkatkan produktivitas. Ini bentuk dukungan konkret LDII terhadap tugas tambahan kepolisian dalam bidang ketahanan pangan,” ujarnya.
DPD LDII Kota Bogor mengimplementasikan berbagai teknik pemupukan di lahan percontohan tersebut. Selain pupuk kimia sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian, digunakan pula sejumlah pupuk alternatif seperti:
• Peningkat pH tanah,
• Pupuk organik padat hasil pengembangan internal LDII,
• Pupuk organik cair berbahan baku susu, serta
• Pupuk BIOSAKA, hasil pengembangan Muhammad Anshar, yang berfungsi sebagai elicitor alami untuk meningkatkan daya serap hara tanaman.
Hasil pengujian lapangan menunjukkan bahwa tanaman jagung yang dipupuk dengan formula organik LDII tumbuh lebih cepat dan seragam, bahkan menjadi blok pertama yang siap panen lebih awal. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas mencapai 13,8 ton per hektar, jauh di atas rata-rata nasional 8,1 ton per hektar.

Kasat Binmas Polresta Bogor Kota menyampaikan apresiasi atas peran aktif LDII dalam mendukung tugas tambahan kepolisian di bidang ketahanan pangan.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi masyarakat dan aparat dapat menghasilkan dampak nyata. Kami berharap kerja sama seperti ini terus dikembangkan di wilayah lain,” ujarnya.
Panen jagung bersama ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara organisasi masyarakat dan kepolisian dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan berbasis inovasi ramah lingkungan.
Tim Redaksi: Gelar Satyabudi (Reporter) / Budi Setiadi (Penulis) / Gina Nur Rahma Gustiani (Editor)



































Terima kasih LDII kota Bogor, semoga kiprahnya menjadi contoh yg lain, dan semakin dirasakan kebaikannya oleh warga masyarakat.
Semoga peran serta ini menjadi bagian amal Sholih yg bermanfaat dan barokah.
LDII tetap bisa berkontribusi, dan pahala tetap mengalir.