Bogor (26/5/2026). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Cikaret bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Cikaret menyelenggarakan Forum Silaturahmi Asatidz, Jumat malam (23/5/2026). Kegiatan yang bertempat di Aula Kantor Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor ini dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Forum ini digelar sebagai wadah strategis untuk mempererat tali silaturahmi, menyamakan persepsi, serta memperkuat sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan para guru agama (asatidz) dalam menjaga kondusivitas dan membina umat di wilayah Bogor Selatan.
Pertemuan ini dihadiri sejumlah unsur penting, antara lain Pengurus MUI Kecamatan Bogor Selatan, Pengurus MUI Cikaret, perwakilan Lurah Cikaret (Kasipem), Ketua LPM Cikaret, para asatidz/ustaz, pimpinan pondok pesantren dan majelis taklim se-Kelurahan Cikaret, Ketua LDII Bogor Selatan, para Ketua RW, Ketua RT, serta tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sesi sambutan dan tausyiah. Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Bogor Selatan, KH. Asep Hudri, menyambut positif penyelenggaraan forum ini. Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh stakeholder keagamaan di Cikaret, termasuk kehadiran perwakilan LDII yang turut berpartisipasi.
“Peran para asatidz sangat krusial sebagai benteng moral di tengah masyarakat. Sinergi yang kuat antara ulama, umara, dan guru agama akan memperkuat fondasi keagamaan dan sosial di wilayah kita,” tegas KH. Asep Hudri dalam tausyiahnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi mengenai program keagamaan ke depan. Forum menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan langkah pembinaan umat, meningkatkan kualitas dakwah, serta mengantisipasi potensi gangguan kondusivitas di masyarakat.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan ulama, memohon keselamatan, keberkahan, dan kedamaian bagi warga Kelurahan Cikaret khususnya, serta Kota Bogor pada umumnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan makan bersama sebagai bentuk keakraban antar peserta.
Kehadiran forum ini diharapkan menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi tripartit ulama-umara-asatidz dalam membangun masyarakat Bogor Selatan yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

































